Apakah Warna Coolant Boleh Dicampur? Simak Bahaya dan Dampaknya!

Apakah Warna Coolant Boleh Dicampur? Simak Bahaya dan Dampaknya!

Written By: Content In

Mencampur warna coolant (cairan pendingin) sering kali dianggap sepele oleh banyak pemilik kendaraan. Padahal, di balik warna-warni yang cerah itu, terdapat komposisi kimia kompleks yang dirancang khusus untuk melindungi mesin.

Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai risiko dan dampak mencampur coolant yang berbeda warna.

Apakah Boleh Mencampur Warna Coolant?

Jawaban singkatnya: Sangat tidak disarankan.

Meskipun dalam keadaan darurat (seperti kebocoran di tengah jalan) mencampur coolant lebih baik daripada membiarkan radiator kering, ini hanyalah solusi sementara. Warna pada coolant bukanlah sekadar hiasan; warna tersebut merupakan indikator dari teknologi aditif yang digunakan di dalamnya.

Mengapa Warna Berbeda-beda?

Warna adalah pewarna buatan (dye) yang digunakan produsen untuk membantu pengguna mengidentifikasi jenis kimia yang terkandung dan mempermudah pelacakan jika terjadi kebocoran. Namun, tidak ada standar universal yang kaku, sehingga warna yang sama dari dua merek berbeda pun bisa memiliki formula yang tidak cocok.

Jenis-Jenis Formula Coolant

Sebelum memahami dampaknya, kita perlu mengenal tiga kategori besar formula coolant:

  1. IAT (Inorganic Additive Technology): Biasanya berwarna hijau. Menggunakan silikat dan fosfat untuk melindungi mesin. Umum digunakan pada mobil tua.

  2. OAT (Organic Acid Technology): Biasanya berwarna oranye, merah, atau pink. Tidak mengandung silikat atau fosfat. Memiliki masa pakai lebih lama (Long Life Coolant).

  3. HOAT (Hybrid Organic Acid Technology): Biasanya berwarna kuning atau biru. Merupakan campuran antara teknologi organik dan anorganik

Dampak Terhadap Mesin Kendaraan

Dampak fisik pada kendaraan bisa sangat fatal jika campuran coolant dibiarkan dalam jangka panjang: